Liat klip videonya sampai selesai....semoga engkau mengerti akan arti sebuah kebebasan. (pake headset kalo perlu lalu hayati...)
thk for Nana atas info videonya..
readmore »»
thk for Nana atas info videonya..







Ada yang tidak biasa di salah satu jalan utama di Kota Yokohama, selatan Tokyo, Jepang, kemarin (25/4). Dua pria yang mengenakan jas, dasi kupu-kupu, dan sarung tangan putih lalu lalang di antara banyak orang. Yang berbeda, dua pria itu hanya bermata satu dengan ukuran superbesar. Ribuan warga justru menikmati dan terhibur dengan aksi mereka. Dua pria tersebut adalah anggota kelompok Medaman-Medaman yang memakai kostum mata superbesar dalam rangka festival pertunjukan tahunan jalan Noge. Tampak aksi mereka di samping bayi yang tertidur dalam kereta. Jika terbangun, sang bayi itu dipastikan girap-girap atau ketakutan karena mengira ada setan bermata besar di dekatnya.
Anjing Rick, yang jompo dan lumpuh, bisa menikmati hari tua dengan nyaman di Rumah Pensiun untuk Anjing di Sapporo, Jepang. Sejak didirikan pada 1978, rumah itu telah merawat sekitar 200 anjing sepuh. Seperti terlihat di foto, pelayanannya kelas hotel berbintang dan penuh kesabaran. Sang pengelola mungkin baru marah kalau mendengar pepatah: anjing tua menggonggong, kafilah berlalu
Dengan menggendong jeruk dan wadah susu Paal Kavadi, pria ini mengikuti upacara tradisional di Singapura, Minggu (8/2) lalu. Ribuan orang lain juga mengikuti upacara meriah ini. Sekilas, biasa saja orang menggendong jeruk. Yang beda, jeruk ini dicantolkan dengan pengait runcing, menancap di daging punggung! Wow, pasti lebih dahysat bila yang dicantolkan itu semangka atau durian.
Bocah memblo-memblo atau berbedak tebal dipersiapkan untuk tampil di festival Shehuo di Xining, Provinsi Qinghai, Tiongkok, kemarin (6/2). Dia bersama anak-anak lain, yang juga berbedak tebal dan berkostum meriah, akan diarak keliling kampung. Begitulah cara warga berharap keberuntungan di tahun ini. Tak jelas, kenapa untuk menyambut sang keberuntungan saja harus berbedak sangat tebal. Karena sang keberuntungan memihak pabrik bedak?