Alkisah seorang gadis ingusan, Happy bukan nama sebenarnya, pujaan teman-teman sekampusnya yang sedang dimabuk asmara dengan yang namanya cinta. Karena saking cintanya sama seorang pujaan hatinya sampai-sampai sebuah mahkota yang merupakan perlambang agungnya cinta itu diserahkan begitu saja. Tak ayal lagi, akibat melakukan perbuatan yang konon katanya iseng-iseng berhadiah itu, maka hadiah pun datang dari langit kepadanya.
Tapi sayang sungguh disayang, hadiah yang ia terima bukannya membuat hati dan perasaannya senang bukan kepalang, melainkan membuat pikirannya gelisah bukan main. Hadiah yang ia dapatkan adalah seekor makhluk mirip kecebong mini yang hanya bisa dilihat penampakannya lewat mikroskop. Makhluk cerdas, banyak akal, gesit dan lincah yang menembus dan menjebol karet tipis, menerobos untuk masuk menuju peraduannya. Tempat dimana ia bisa bertemu dengan 'sahabatnya' lewat gesekan nikmat yang membawa sedapnya aroma tubuh yang menyatu dengan diiringi bulir keringat yang menetes membasahi hati yang bergelora.
Peristiwa ini sudah pasti tidak sama seperti istilah pepatah para pujangga, tak kenal maka tak sayang, atau seperti istilah para wisatawan kuliner ini, tak dicicipi maka tak sayang. Oleh karena itu jangan pernah mencobanya karena dari yang bermula iseng-iseng berhadiah nantinya akan membawa malapetaka.

Seorang yang tadinya pelaku akan menjadi tertuduh sekaligus korban. Lho kenapa kok bisa pelaku sekaligus korban? Korban nafsu sesaat yang menggerogoti jalan pikiran yang hanya menimbulkan sensasi semu yang menggulingkan akal sehat demi setetes air hina.
Artikel Terkait Sementara itu
- Iseng-Iseng Berhadiah
- SELAMAT JALAN MAK EROT
- Kontes Kecantikan Pertama Iraq
- Adu Mewah Mobil Bintang Sepak Bola
- Butuh Istri Jelang Finish
- Anjing Jadi Saksi Gugatan
- Mandi di KFC, Dipecat
- Kentang Terbesar
- Soal Ujian CPNS
- Tahi Cicak
- Demi Kulit Tetap Putih
- Nominal Mata Uang
- Rayakan Kelahiran Buah Hati Ke-18
- Efisiensi Kaum Miskin
- Odong-Odong